Rabu, 01 Oktober 2025

Pengaruh Game Roblox terhadap Kesehatan Mata di Era Digital

            Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang hiburan. Salah satu fenomena yang cukup populer di kalangan anak-anak dan remaja adalah game online. Game online tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi media interaksi sosial antar pemain dari berbagai belahan dunia. Game online merupakan permainan berbasis jaringan internet yang memungkinkan interaksi antar permain secara langsung di waktu yang sama. Menurut Pratama (2021), game online tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi, kompetensi, dan bahkan pembelajaran. Namun game online juga berpotensi menimbulkan kecanduan serta gangguan kesehatan fisik maupun psikis apabila dimainkan secara berlebihan.

                Salah satu platform game online yang saat ini digemari adalah Roblox. Roblox adalah salah satu platform game online yang unik karena tidak hanya menyediakan permainan tetapi juga memungkinkan penggunanya untuk menciptakan game sendiri. Roblox Corporation (2021) mencatat bahwa lebih dari 200 juta pengguna aktif bulanan bermain Roblox, dengan mayoritas adalah anak-anak dan remaja. Karakteristik Roblox yang imersif dan sosial membuat pemain betah berlama-lama di depan layar.  Roblox menawarkan fitur yang berbeda dari game online pada umumnya, yaitu memungkinkan pengguna untuk tidak hanya bermain tetapi juga menciptakan game sendiri serta membagikannya kepada komunitas. Data dari Roblox Corporation (2021) menunjukkan bahwa jumlah pengguna aktif bulanan Roblox mencapai lebih dari 200 juta orang, dengan mayoritas berasal dari kalangan anak-anak dan remaja.

            Dibalik popularitasnya, penggunaan game online dalam durasi yang lama dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan, khususnya kesehatan mata. Kesehatan mata adalah kondisi dimana mata mampu menjalankan fungsi penglihatan secara optimal. WHO (2019) menegaskan bahwa kesehatan mata menjadi isu penting di era digital karena paparan perangkat elektronik yang semakin tinggi. Gejala umum gangguan kesehatan mata akibat penggunaan perangkat digital meliputi: Mata lelah, mata kering, pandangan kabur, dan sakit kepala.  Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, khususnya kesehatan mata. Penggunaan perangkat digital dalam waktu lama menyebabkan paparan radiasi cahaya biru (Blue Light) serta menuntut mata lelah, kering, pedih, berair, hingga pandangan kabur. Fenomena ini dikenal istilah Computer Vision Syndrome (CVS). Computer vision syndrome (CVS) adalah sekumpuan gejala yang timbul akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan. Menurut American Optometric Association (2020), CVS ditandai dengan kelelahan mata, penglihatan kabur, iritasi, dan sakit kepala. Penelitian Leon-figueroa et al. (2024) menunjukkan prevalensi CVS meningkat drastis selama pandemi, khususnya pada pelajar yang menghabiskan lebih dari 4 jam per hari didepan layar.    

            WHO (2019) menyatakan bahwa peningkatan penggunaan perangkat digital pada anak dan remaja berhubungan erat dengan meningkatnya prevalensi gangguan kesehatan mata. Banyak penelitian mengungkap adanya hubungan antara imtensitas bermain game online dengan kesehatan mata. Sari & Lestari (2020) menemukan bahwa mahasiswa yang bermain game lebih dari 4 jam sehari lebih beresiko mengalami kelelahan mata. Prakosa & Prajnaparamita (2025) juga menyebutkan bahwa screen time yang tinggi dapat memperburuk gejala CVS dan menurunkan kenyamanan visual.  Berdasarkan hal tersebut, penggunaan roblox dalam durasi panjang dapat menjadi faktor resiko gangguan kesehatan mata terutama bagi remaja. Penelitian Sari & Lestari (2020) juga menunjukkan bahwa mahasiswa yang bermain game online lebih dari 4 jam per hari beresiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mata dibandingkan dengan yang bermain kurang dari 2 jam. Terdapat pengaruh bermain game roblox terhadap kesehatan mata di era digital saat ini. 

               Namun, di balik popularitas Roblox, terdapat kekhawatiran yang meningkat terkait dampaknya terhadap kesehatan, terutama kesehatan mata. Penggunaan perangkat digital dalam jangka waktu lama tanpa jeda yang cukup telah dikaitkan dengan berbagai gangguan penglihatan, mulai dari gejala ringan seperti mata lelah hingga gangguan refraksi seperti miopia. Artikel ini akan membahas bagaimana kebiasaan bermain game seperti Roblox dapat memengaruhi kesehatan mata, terutama pada kelompok usia yang paling rentan. Adapun permasalahan kesehatan yang akan timbul akibat bermain game online adalah Digital Eye Strain adalah keluhan paling umum akibat penggunaan layar digital yang berlebihan. Saat bermain Roblox, pemain fokus pada tampilan visual yang penuh warna, bergerak cepat, dan seringkali membutuhkan konsentrasi tinggi dalam waktu lama. Hal ini menyebabkan mata jarang berkedip, yang berdampak pada melemahnya pelumasan alami mata. Akibatnya, mata menjadi kering, terasa perih, dan lelah. Menurut American Optometric Association (AOA), gejala DES dapat muncul setelah penggunaan layar lebih dari dua jam terus-menerus tanpa istirahat. Roblox, yang sering dimainkan dalam sesi panjang, meningkatkan kemungkinan munculnya gejala ini, terutama jika dimainkan dalam kondisi pencahayaan yang buruk atau posisi yang tidak ergonomis.

            Mata kering terjadi karena produksi air mata tidak mencukupi atau air mata yang ada terlalu cepat menguap. Saat fokus menatap layar, frekuensi berkedip menurun drastis — dari sekitar 15–20 kali per menit menjadi hanya 5–7 kali. Hal ini mengurangi distribusi air mata dan menyebabkan mata menjadi kering. Anak-anak dan remaja yang bermain Roblox dalam waktu lama sering kali tidak menyadari bahwa mereka mengalami mata kering karena gejalanya berkembang perlahan.

            Bermain game seperti Roblox dalam jangka waktu panjang juga dikaitkan dengan peningkatan kejadian miopia atau rabun jauh. Kondisi ini ditandai dengan ketidakmampuan mata untuk melihat objek yang jauh secara jelas. Miopia berkembang ketika bola mata memanjang secara berlebihan atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya yang masuk ke mata difokuskan di depan retina, bukan tepat di atasnya. 

         Untuk mengurangi dampak negatif dari bermain Roblox terhadap kesehatan mata, diperlukan edukasi dan penerapan kebiasaan sehat. Salah satu aturan yang direkomendasikan oleh para ahli mata adalah aturan 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki (~6 meter). Kebiasaan ini membantu otot mata beristirahat dan mencegah kelelahan. Selain itu, penting untuk Membatasi waktu bermain maksimal 1 jam per sesi, memastikan pencahayaan ruangan cukup terang dan tidak kontras dengan layar, menggunakan mode malam atau filter cahaya biru pada perangkat, mendorong anak untuk menghabiskan waktu minimal 1–2 jam di luar ruangan setiap hari, melakukan pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika anak mengeluh sakit kepala, penglihatan kabur, atau kelelahan visual

            Bermain Roblox tidak secara langsung menyebabkan kerusakan mata, tetapi durasi bermain yang panjang dan kebiasaan yang tidak sehat dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mata anak-anak dan remaja. Risiko gangguan seperti digital eye strain, mata kering, dan miopia meningkat seiring penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Oleh karena itu, edukasi tentang penggunaan gawai yang sehat, penerapan kebiasaan visual yang baik, serta pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan mata. Melalui pendekatan edukatif dan pencegahan berbasis data epidemiologis, kita dapat melindungi generasi muda dari risiko gangguan penglihatan di era digital.

Referensi:

·        American Optometric Association. (2020). Computer Vision Syndrome. From https: //www.aoa.org

·        Anisa,R. N., & Putri, D. (2021). Hubungan durasi penggunaan gadget dengan keluhan kelelahan mata pada remaja.Jurnal Kesehatan Mata, 5(2), 45-52

·        Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

·        Hidayat, M. A., & Pratama, R. (2022). Dampak penggunaan game online terhadap kesehatan mata siswa sekolah menengah. Jurnal Psikologi dan Kesehatan, 10(1), 33-41

·        Notoadtmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

·        Roblox Corporation. (2021). Annual Report 2021. From https://www.roblox.com

·         Sari, D. P., & Lestari, A. (2020). Pengaruh intensitas bermain game online terhadap kesehatan mata pada mahasiswa. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 8(3), 112-118.

·         Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif,dan R&D. Bandung: Alfabeta.

·         WHO. (2019). World report on vision. Geneva: World Health Organization